Wednesday, May 6, 2020



Sharing Session with Tommy Tjokro

Ikut audisi VJ Hunt dan pemilihan Abang None Jakarta Pusat membawa Tommy Tjokro ke dunia broadcasting. Ia memilih karier wartawan televisi

         



Jakarta - Tommy Tjokro lahir di Braunschweig, Jerman, 10 Juli 1997. Ia lahir di sana bersamaan dengan orangtuanya sedang menempuh ilmu di Jerman. Tomy merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Tjokro Supriadi dan Sri Watining Dyah.

Kembali ke Indonesia, Tommy baru mulai menghabiskan masa sekolahnya dari sekolah dasar hingga menengah. Lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Queensland University of Technology, Brisbane, Australia.

Setelah tuntas kuliah, ia bekerja di perusahaan distrubutor fitnes di Jakarta. Di saat bekerja, ia menyempatkan diri ikut audisi pemilihan Video Jockey Hunt (VJ Hunt). Dari sana, ia mulai tertarik dengan dunia broadcasting.

Tommy pun mengajukan lamaran ke Metrotv untuk menjadi jurnalis. Sambil menunggu pemanggilan, ia ikut pemilihan Abang None Jakarta Pusat 2003. 

Hasilnya, ia terpilih sebagai pemenangnya bersama Yurika Triani. Dunia pemilihan Abang None makin mendekatkan Tommy ke dunia layar kaca.

Tak menunggu lama, Tommy akhirnya diterima di Metrotv sebagai reporter. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Tommy naik jabatan. Ia didaulat menjadi pembaca berita Metro Pagi, Metro Siang, dan Headline News. 

Setelah 9 tahun di Metrotv, Tommy pindah ke Bloomberg TV Indonesia pada 2012. Tak lama di sini karena tutup, pada 2015 Tommy memilih MNC World News sebagai pelabuhan kerjanya. 

Beberapa bulan kemudian, Tommy digeser ke iNews TV yang masih satu grup dengan MNC Word News. Di sini pun tak sampai setahun. Tepat pada 2016, ia dipindahkan ke RCTI sebagai pembaca berita Seputar iNews.

Wajahnya yang wira-wira di layar kaca makin menasional saat dirinya bersama Anisa Dasuki ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi moderator Debat Capres Jokowi-Prabowo yang digelar pada 17 Februari 2019. 

••Tips menjadi jurnalis••
Wawasan luas sangat dibutuhkan oleh seorang news anchor. Hal ini dikarenakan nantinya seorang anchor akan selalu bertemu dengan isu-isu hangat dan tokoh-tokoh yang mengharuskan diri mempunyai kemampuan yang berlebih dalam menganalisa permasalahan yang akan dibawakan.
Bicara harus luwes
Ini adalah modal utama yang harus dimiliki seorang pembawa acara berita. Mudah saja untuk mendapatkan diri luwes dalam berbicara, percaya diri, sering berlatih di depan cermin, dan sering melakukan pemanasan mulut. Menambah perbendaharaan kata juga perlu dilakukan agar mulut luwes ketika berbicara. Mudah saja, rajin membaca buku adalah kuncinya.
Harus mengasah kemampuan adaptasi
Seorang news anchor akan selalu bertemu dengan orang baru untuk menjadi bintang tamu. Kehadiran bintang tamu sangat diperlukan untuk menggali permasalahan yang sedang diperbincangkan. Untuk itu asah terus kemampuan komunikasi dengan banyak orang untuk beradaptasi. Karena tak semua orang bisa diinvestigasi secara mendalam, sehingga diperlukan keahlian khusus untuk menggalinya. Namun, jangan sampai meninggalkan sisi humanis.
Masuk sekolah presenter dan temukanpassion
Mempunyai bekal dengan masuk sekolah presenter lebih bagus lagi. Kita akan mengetahui teknik yang lebih mendalam, dan sambil belajar kita juga akan mengetahui apakah passion kita benar-benar pada dunia penyiaran khususnyapresenting atau tidak.


Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang ingin menjadi seorang jurnalis atau bahkan news anchor hebat seperti beliau:).


(FARRA APRILIA-1771510359)
BROADCAST JURNALISM





SCREENSHOOT PERTANYAAN PADA SAAT SHARING SESSION


No comments:

Post a Comment